Jaringan Manusia

Jaringan yang terdapat pada tubuh hewan dan manusia secara garis besar dibedakan menjadi empat, yaitu;

Jaringan epitel (Epithelial Tissue)

Merupakan jaringan yang membatasi permukaan tubuh ataupun bagian dalam tubuh. Susunan sel rapat tanpa ruang antarsel. Tidak mempunyai pembuluh darah.
Jaringan epitel mempunyai membran basal (basement membrane) sebagai tempat berdirinya sel epitel dan ujung saraf. Membran basal merupakan lapisan tipis yang terdiri dari kolagen dan protein perekat. Membran basal menghubungkan epitelium dengan jaringan pengikat. Karena sel epitel tersusun rapat maka membran basal berguna untuk menyalurkan zat dari atau ke jaringan pengikat dibawahnya. Permukaan membran yang berhubungan dengan sel epitel disebut lamina basalis. Sedangkan permukaan membran yang berhubungan dengan sel lain disebut lamina retikularis.




Fungsi epitel adalah sebagai :

pelindung atau proteksi, misalnya jaringan epitel kulit.
kelenjar, yaitu jaringan bertugas menghasilkan getah. Kelenjar ini dibedakan menjadi dua, yaitu
kelenjar eksokrin, menghasilkan getah yang dialirkan melalui suatu saluran, misalnya kelenjar keringat;
kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, menghasilkan getah yang langsung dialirkan ke dalam darah. Contoh kelenjar tiroid.
penerima rangsang atau reseptor. Epitel yang bertugas menerima rangsang disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Contohnya epitel yang berada di sekitar alat-alat indera.
Pintu gerbang lalu lintas zat, artinya epitel ini berfungsi untuk melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Misalnya, epitel yang membentuk alveolus atau saluran buntu paru-paru. Klasifikasi berdasarkan bentuknya dikenal : Square (pipih), Cuboidal(kubus), Columnar (persegi panjang), Transisional (peralihan).

Berdasarkan lapisan dikenal : Simple (satu lapisan), Stratified (lebih dari satu lapisan), Pseudostratified (berlapis semu).

Simple squamous. Misalnya paru-paru, usus, alvioli, dll. Sel ini memiliki membran serous yang berair. Air yang ada untuk mengurangi gesekan yang terjadi.



Simple Cuboidal. Misalnya ginjal. Darah akan masuk ke ginjal dan disaring. Setelah disaring darah akan dialirkan ke tempat lain. Sel ini akan menyaring darah dengan mengeluarkan zat-zat yang masih diperlukan tubuh seperti gula dan protein.



Simple Columnar. Terdapat pada usus kecil : villi. Dalam pinggiran usus kecil terdapat vili yang disusun oleh sel simple columnar. Simple columnar beserta dengan microvili akan membantu menyerap protein seperti aktin.



Pseudostratified Columnar. Pseudo artinya semu atau palsu. Sel ini juga sering dikatakan ciliated atau berbulu. Terdapat pada saluran pernapasan. Pada saluran ini terdapat sel goblet yang mengeluarkan lendir lengket atau mucus. Mucus terbuat dari miosin dan air. Kotoran yang masuk akan terperangkap di mucus dan dibawa keluar dengan bantuan sel pseudostratified columnar. Kotoran itu akan disapu seperti layaknya bulu mata. Misalnya orang merokok. Asap dan kotoran masuk ke saluran pernapasan dan terjebak di mucus. Ketika orang itu tidur dan bangun keesokan harinya, ia akan batuk. Karena di dalam saluran pernapasan, mucus diproduksi lebih banyak. Sehingga ia akan batuk untuk mengeluarkan kotoran beserta mucusnya.



Stratified Squamous. Ada dua tipe yaitu non-keratin dan keratin.



Non-kerartin. Terdapat pada area yang basah. Misalnya di mulut.
Keratin. Membentuk lapisan atas kulit bernama epidermis. Fungsinya untuk bertindak sebagai penghalang fisik yang memperlambat proses pengeluaran air serta melindungi kita dari patogen luar.

Stratified Cubiodal. Jarang ditemukan pada tubuh. Terdapat pada beberapa keringat dan kelenjar mamalia serta testis. Biasanya merupakan dua lapisan sel yang tebal.

Trantitional. Bentuk sel ini berubah-ubah tergantung pada kondisi mana ia berada. Bisa berbentuk bulat atau pipih. Ditemukan pada uretra, kantung kemih. Misalnya air memenuhi kantung kemih, maka kantung tersebut akan membesar. Sel yang tadinya bulat berubah menjadi lebih pipih untuk memperbesar ruang kantung kemih.


sel memipih


sel membulat


Jaringan Ikat 


Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel penyusun. Matriks terdiri dari serat, gel, dan bahan dasar. Jaringan ikat memiliki struktur yang lengket yang dibuat dari protein dan zat dasar gel. Tipe serat ada tiga yaitu kolagen (serat putih), elastin, dan reticular. Kolagen merupakan protein yang berstruktur dan mempunyai kekuatan untuk menarik. Berbeda dengan kolagen, elastin lebih elastis dan fleksibel, biasanya berbentuk panjang dan tipis. Sementara Reticular seratnya pendek dan bercabang.

Sel pada jaringan ikat :

"-blast" = aktif membelah dan mensekresi protein
"-cytes" = sel dewasa
Misalnya fibroblast pada jaringan pengikat biasa. Chondroblast dan chondrocytes dalam kartilago. Osteoblast dan osteocytes dalam tulang. Sel lemak (adinocytes), sel darah putih, makrofag.

Fungsi jaringan ikat yaitu :

Mengikat dan menyokong jaringan yang satu dengan jaringan lain;
Melindungi jaringan lunak atau jaringan tubuh;
Menyimpan mineral dan energi;
Penghasil imunitas;
Transportasi (darah);
Mengisolasi.
Jaringan penghubung biasa dibagi menjadi :

Jaringan penghubung longgar (loose connective tissue). Seperti namanya, jaringan ini memiliki serat-serat yang longgar. Terdapat di mesentrium bawah epitel, mukosa saluran pencernaan, akson saraf, dan pembungkus pembuluh darah.

Areolar. Terdapat pada kulit, antara otot, paru-paru, dll. Jaringan yang ini memberikan ruang kosong untuk pembuluh darah dan saraf.


Reticular. Merupakan jaringan yang paling sering ditemukan. Misalnya di organ getah bening. Bentuknya bercabang, dan mempunyai banyak ruang kosong. Berguna untuk melindungi kita dari patogen luar.


Adipose. Disusun oleh sel adipocytes. Menyimpan kalori dan lemak. Ada yang bernama lemak coklat dan lemak putih. Lemak coklat bisa ditemukan pada beruang yang hibernasi. Lemak tersebut berwarna coklat karena mengandung banyak mitokondria. Saat hibernasi, lemak akan dibakar untuk menjadi energi dan untuk menjaga beruang tetap hangat.


Jaringan penghubung padat (dense connective tissue). Jaringan ini memiliki serat-serat yang padat diantaranya terdapat pada sel-sel fibroblast.

Jaringan ikat padat teratur (Dense Regular). Disusun secara teratur ke satu arah. Misalnya tendon dan ligamen.

Jaringan ikat padat tidak beraturan (Dense Irregular). Serat kolagen menyebar membentuk anyaman besar. Jaringan ini bisa meregang, lalu kembali ke bentuk semula. Misalnya pada arteri atau dibawah lapisan kulit.


Jaringan ikat khusus dibagi menjadi :

Jaringan tulang rawan (Kartilago). Kartilago bersifat kuat dan lentur, tidak mempunyai pembuluh darah dan saraf. Bahan dasar kartilago dikenal sebagai kondromukoid, sementara selnya disebut kondrosit (chondrocytes) yang terletak dalam lakuna. Kartilago berfungsi sebagai : rangka tubuh pada embrio; penunjang jaringan lunak dan organ dalam; melicinkan permukaan tulang dan sendi. Berdasarkan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi :


Kartilago hyalin. Berwarna putih kebiruan dan transparan. Matriksnya seperti karet, elastis tapi padat. Kartilago ini merupakan tulang rawan yang paling banyak dijumpai tapi juga paling lemah. Terdapat pada cakra epifisis, ujung tulang rusuk, dan permukaan tulang di daerah persendian.





Kartilago Elastis. Matriksnya mengandung serat elastis dan kolagen. Adanya serat elastis tersebut memberikan daya lentur dan dapat kembali ke bentuk semula. Terdapat pada laring, epiglotis, bronkiolus, daun telinga bagian luar.





Kartilago fibrous. Matriksnya mengandung serat kolagen yang padat dan kasar. Merupakan jaringan tulang rawan yang paling kuat sebagai pelindung dan penyokong jaringan. Terdapat pada hubungan antar tulang vertebra, dan simphysis pubis.




Jaringan tulang (Osteon). Tulang keras (osteon) adalah jaringan ikat bermineral. Osteoblas merupakan sel pembentuk yang berfungsi mensekresi serat kolagen, kalsium, magnesium, dan fosfor secara kimiawi untuk bersatu menjadi hidrosiapatit. Osteon dibungkus oleh selaput periosteum. Osteoblas membentuk sel osteosit dan sel osteoklas. Struktur osteon terdiri atas sistem Havers, berupa lamella yang konsentris (mengelilingi saluran havers) dengan lakuna yang bersifat osteosit. Antara saluran havers dengan lakuna terdapatkanalikuli yang memberi nutrisi ke osteosit. Saluran havers dihubungkan oleh kanal/saluran Volkmann. Berdasarkan rongganya, osteon dibagi menjadi :

Tulang kompak (compact bone). Yaitu tulang yang tidak mempunyai rongga tapi mempunyai sistem Havers yang tersusun teratur.
Tulang spons. Yaitu tulang yang tidak mempunyai sistem Havers tetapi mempunyai rongga dengan trabekula.

Jaringan Darah. Adalah jaringan ikat yang tersusun dari sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam, mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi dalam plasma. Darah memiliki fungsi utama dalam transportasi substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Jaringan Adiposa. Merupakan jaringan lemak yang tersusun dari sel-sel lemak yang tidak membentuk serat interselular ataupun matriks. Berasal dari sel-sel mesenkim yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak. Berfungsi sebagai bantalan pelindung organ-organ secara mekanis (benturan); sebagai cadangan makanan; sebagai pengatur panas. Terdapat diseluruh tubuh bawah kulit sekitar persendian, sekitar organ-organ dalam.


Jaringan Otot

Terdiri dari sel yang dapat berkontraksi untuk melakukan pergerakan. Otot mempunyai struktur yang istimewa. Membrannya disebut sarkolemma, cairan sel disebut sarkoplasma, serabutnya disebut miofibril yang terdiri atas aktin dan miosin.Unit kerja disebut sarkomer.



Setiap mikrofibril dibangun dar senyawa protein rangkap yaitu aktomiosin. Senyawa inilah yang memiliki daya kontraksi. Kemampuan berkontraksi tersebut dapat menyebabkan bergeraknya bagian tubuh lain. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu jaringan otot polos, jaringan otot lurik, dan jaringan otot jantung.

Otot polos.
Jaringan otot polos merupakan jaringan otot yang mempunyai struktur sel-sel berbentuk kumparan halus, yang masing-masing selnya mengandung inti berbentuk oval. Jaringan ini mempunyai fibril-fibril yang homogen, sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos.
Gerakan otot polos tidak menurut kehendak kita disebut otot involunter. Otot polos terdapat pada dinding saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran darah, pembuluh getah bening, dan kulit. Fungsi otot polos adalah memberikan gerakan di luar kemauan kita, misalnya gerakan makanan pada saluran pencernaan.



Otot lurik.
Jaringan otot lurik sering disebut otot rangka, sebab jaringan otot ini sebagian besar melekat pada rangka. Sel-sel otot lurik mempunyai banyak inti yang terletak di bagian pinggir. Bila diamati di bawah mikroskop, tampak adanya bagian gelap dan terang berselang-seling, melintang sepanjang serabut otot lurik.
Bila menerima rangsang, otot lurik akan bereaksi cepat. Kecuali gerak refleks, gerakan otot lurik sesuai dengan kehendak kita. Oleh sebab itu, otot lurik sering disebut otot volunter. Otot lurik mempunyai fungsi menggerakkan tulang dan melindungi rangka dari benturan benda lain.



Otot jantung.
Jaringan otot jantung hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Sel-selnya berinti satu. Di bawah mikroskop jaringan ini menyerupai otot lurik, yaitu menunjukkan adanya bagian gelap dan terang berselang-seling. Sel-sel yang berdampingan mengandung membran yang teranyam dan berfungsi sebagai jembatan penghubung, disebut sinsitium.
Walaupun menyerupai otot lurik, kerja otot jantung tidak terkontrol oleh kesadaran serta reaksinya terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah bila berkontraksi akan menimbulkan teanga yang amat penting untuk memompa darah ke luar jantung.




Jaringan Saraf




Sistem saraf terdiri dari jaringan yang mempunyai sifat khusus yang dapat menyalurkan impuls dengan cepat dari suatu bagian tubuh ke bagian lainnya. Sel khusus yang merupakan kesatuan fungsional dari sistem saraf dinamakanneuron. Dalam otak dan tulang belakang, neuron didukung oleh jaringan penghubung khusus yang dinamakan neuroglia. Jaringan saraf yang terdiri dari neuron dan neuroglia kaya akan darah.

Jaringan saraf manusia terdiri dari neuron yang sangat banyak jumlahnya. Neuron dianggap tidak hanya sebagai konduktor sederhana, tetapi sebagai sel yang dispesialisasikan untuk menerima, memproses, menafsir, dan mengirim informasi.

Sel saraf dapat mengubah informasi yang diambil dari lingkungan luar menjadi kode yang dikirim sepanjang aksonnya. Dengan kode seperti itu, neuron yang sama dapat menghantarkan informasi yang berbeda.

Neuron memiliki variasi yang berbeda antara ukuran, bentuk, dan kriteria lainnya. Tetapi, kebanyakan dari mereka mempunyai ciri yang sama.

Sebuah neuron memiliki badan sel yang memberikan berbagai macam proses. Badan sel neuron dikenal juga dengan nama soma atau perikaryon. Seperti sel yang lainnya, sel neuron terdiri dari sitoplasma yang dikelilingi oleh membran sel. Sitoplasma-nya memiliki nukleus besar di tengah (biasanya dengan nukleolus yang tampak menonjol), mitokondria, lysosom, dan badan golgi.


Dulu telah dikatakan bahwa sentriol tidak terdapat pada neuron, tetapi penelitian dengan mikroskop elektron menunjukkan adanya sentriol. Di samping itu, sitoplasma neuron memiliki karakteristik khusus yang tidak ditemui di sel lain. Sitoplasma sel neuron menunjukkan adanya materi granular yang memberi noda atau bercak. Material ini dinamakan Nissl substance (badan Nissl atau granul). Saat dilihat menggunakan mikroskop elektron, badan Nissl tersusun dari retikulum endoplasma kasar. Adanya granular retikulum endoplasma yang berlimpah merupakan sebuah indikasi adanya sintesa protein tingkat tinggi dalam neuron. Protein itu berguna dalam memelihara dan memperbaiki, serta untuk memproduksi neurotransmiter dan enzym.

Ciri khas lainnya dari neuron adalah adanya jaringan serat yang menyerap sitoplasma. Neurofibril ini, yang dilihat menggunakan mikroskop elektron, mengandung mikrofilamen dan mikrotubulus.

Beberapa neuron memiliki pigmen granula. Neuron yang menua mengandung pigmen lipofuscin (terbuat dari sisa tubuh lisosom). Proses yang timbul dari badan sel neuron dinamakan neurites. Kebanyakan neuron memiliki sejumlah cabang pendek bernama dendrit dan cabang panjang bernama akson.

Dendrit adalah penjuluran badan sel ke arah luar dengan ujung yang bercabang-cabang. Fungsi dendrit adalah untuk menerima dan menghantarkan rangsangan ke badan sel. Dendrit mempunyai ketebalan yang berbeda, dan badan Nissl memanjang ke arah mereka.

Akson merupakan penjuluran badan sel ke arah luar. Akson yang terpanjang mungkin sepanjang ukuran meter. Setiap akson memiliki diameter yang seragam dan tidak mengandung zat Nissl. Fungsinya adalah untuk membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson terlindung oleh selubung yang terdiri atas selubung mielin dan neurilius.
Selubung mielin berfungsi sebagai isolator sekaligus pemberi nutrisi kepada akson.
Selubung neurilema merupakan selubung luar dari akson. Selubung ini berperan penting dalam regenerasi akson dan dendrit yang rusak.








Edited by Erlangga 

Jaringan Tumbuhan


Jaringan adalah kumpulan dari beberapa sel yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu guna mendapatkan tujuan yang sama.

Jaringan dibagi menjadi:

Jaringan Tumbuhan

Tumbuhan memiliki dua jaringan yaitu, jaringan embrional dan jaringan dewasa. apa itu jaringan embrional? dan apa itu jaringan dewasa? berikut adalah penjelasan yang saya ketahui.
Jaringan embrional : Jaringan yang terdiri dari sel-sel yang masih aktif membelah. Sering juga disebut dengan nama Jaringan meristem.
berikut adalah ciri-cirinya:
  • Ukuran sel kecil
  • Dinding sel masih tipis
  • Nukleus besar dan vakuola kecil
  • Banyak terdapat sitoplasma
  • Plastida belum matang
  • Bentuk selnya kubus
Jaringan meristem terbagi menjadi tiga jenis;
  1. Pro meristem : Jaringan meristem yang sudah ada semenjak tumbuhan masih berbentuk biji
  2. Meristem primer : Jaringan meristem yang ada pada tumbuhan dewasa dan masih aktif membelah diri. Pertumbuhan selnya berupa pertumbuhan primer yaitu bertambah panjang dan tinggi
  3. Meristem sekunder : Jaringan meristem yang berasal dari jaringan primer untuk pertumbuhan sekunder seperti diameter batang bertambah.
Menurut bentuknya dibagi menjadi tiga lagi ;
  1. Apikal : Jaringan meristem yang terletak pada ujung akar dan ujung batang
  2. Lateral : Jaringan meristem yang terletak di samping atau tepi tumbuhan
  3. Intekalar : Jaringan meristem yang terletak pada tumbuhan dewasa. Pada bagian dalam kambium / ruas-ruas.
Jaringan Dewasa : Sel-sel baru dari jaringan meristem yang mengalami diferensiasi
 Jaringan Dewasa dibagi menjadi 4 yaitu;
  1. Jaringan Epidermis
    Jaringan ini merupakan jaringan terluar dari jaringan tumbuhan. Jaringan ini yang melindungi jaringan-jaringan yang berada di dalamnya. Ciri-ciri dari jaringan ini adalah selnya hidup, tersusun rapat, berbentuk seperti balok. Adapun bentuk lain dari epidermis yaitu stomata, trikoma, sisik spina, kutikula dan lentisel.
  2. Jaringan Parenkim
    Jaringan ini merupakan jaringan dasar dari penyusun organ tumbuhan. Bentuknya bervariasi dan Jenisnya yaitu, aerenkim (udara), penimbun, asimilasi(fotosintesis), angkut, penutup luka, dan air.
  3. Jaringan Penyokong.
    Tumbuhan mempunyai kolenkima dan sklerenkima sebagai jaringan penyokong. Jaringan penyokong sebenarnya merupakan perkembangan dari jaringan parenkim yang dindingnya mengalami penebalan menjadi kolenkim dan berlanjut menjadi skelerenkim.
    Jaringan ini terdiri atas :
    kolenkim
    kolenkim

    Kolenkim. Jaringan kolenkim masih merupakan sel hidup dengan dinding sel yang lunak dan plastis (bisa ditarik tapi tidak kembali ke wujud asal). Dapat ditemukan di tepi batang ataupun dalam ikatan pembuluh. Kolenkim mempunyai dinding dengan penebalan tidak merata, dengan sejumlah besar pektin dan hemiselulosa tetapi tidak berlignin. Fungsi kolenkim adalah penyokong pada tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herba.

    Sklerenkim. Terdiri dari sel mati dengan penebalan dinding yang merata dan mengandung lignin. Menurut bentuknya, sklerenkim dapat dibagi menjadi :
    Serabut sklerenkim yang berbentuk serabut panjang. Terdapat pada korteks, perisikel, floem atau xilem. Serat pada tumbuhan monokotil terdapat pada bagian daun, misalnya pelepah daun pisang, nanas seberang, dll. Serat pada tumbuhan dikotil seperti rosela dan waru sering digunakan sebagai bahan untuk membuat benang pakainan, tambang, maupun karung.
    Sklereid (sel batu), berbentuk bersegi dengan dinding yang keras. Umumnya terdiri atas sel yang pendek dan dindingnya banyak memiliki noktah. Terdapat pada semua organ tumbuhan. Fungsinya untuk menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi bagian lunak yang lebih dalam. Dalam praktik mengamati struktur sel sklereid biasa digunakan zat pewarna anilin sulfat untuk mewarnai bagian dinding sel yang mengalami penebalan dari zat kayu atau lignin. Contohnya kulit biji, batok kelapa.
    sklerenkim
    sklerenkim
  4. Jaringan pengangkut
    Jaringan ini terdiri dari jaringan xilem (pembuluh kayu) dan floem(pembuluh tapis). Xilem bertugas mengangkut air dan zat hara dari dalam tanah ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Adapun bentuk-bentuk berkas pembuluh angkut pada tumbuhan adalah;
    Kolateral

    Gambar A adalah Kolateral tertutup biasanya ditemukan pada tumbuhan monokotil.
    Gambar B adalah Kolateral Terbuka biasanya ditemukan pada tumbuhan dikotil.

    Bikolateral

    Kosentris

    Radial


Bahaya Rokok



Kata rokok mungkin tidak asing lagi di dunia ini. Siapa sih yang tidak mengenal parasit satu ini. Entah bagaimana awal orang merokok pada akhirnya pasti menjadikan perokok tersebut ketergantungan. Namun tidak berarti tidak bisa keluar dari namanya rokok. Aku pernah merokok dan sekarang aku berhenti. Berawal dari coba-coba namun setelah mengenalnya gue cukup tahu saja rokok itu memiliki berbagai macam rasa memang sih ada yang manis, pedas, dan pahit. 

Namun kadar dari satu batang rokok juga mengandung 4000 bahan kimia yang merugikan dalam tubuh. Coba bayangkan jika sehari itu kita mengisap 1 kotak rokok berisi 16 kretek dikalikan 4000 ,sudah 64000 racun kan yang masuk kedalam tubuh. Dari bahan kimia yang paling terkenal yaitu NIKOTIN, TAR, dan Karbon Monoksida sampai yang jarang diketahui. Berikut adalah beberapa bahan kimia lainnya yang saya dapatkan;

    1. ASAMA ASETIK. Pembersih lantai mengandung asam asetik, juga terkandung dalam rokok
    2.  NAPTALIN. Bola-bola pewangi pakaian mengandung zat beracun Naptalin. juga terkandung dalam rokok.
    3. ASETANISOL. Parfum mengandung zat kimia asetanisol. Dimana lagi zat ini ada? ya, dalam rokok
    4. HIDROGEN SIANIDA. Racun tikus dapat membunuh karena ada kandungan Hidrogen Sianida. Rokok juga mengadung bahan ini.
    5. ASETON. Aseton kita kenal sebagai cairan penghilang kuteks. Zat kimia berbahaya ini terdapat juga pada rokok.
    6. KADMIUM. Baterai berguna untuk menjalankan berbagai jenis mainan. Tapi anda bisa bergerak tanpa baterai. Kadmium adalah zat beracun yang terdapat pada beterai juga bersemayam di rokok.
    7. METANOL. Metanol, zat yang bisa digunakan sebagai bahan bakar terdapat pada rokok.
    8. POLONIUM-210. Seorang bekas mata-mata Rusia membunuh dengan cara langka, yaitu menggunakan Isotop radioaktif Polonium-210. Zat ini juga terdapat pada Rokok.
    9. UREA. Urea adalah zat uang terdapat air seni, yang berguna untuk tinta, cat, pupuk, dan banyak lagi. Urea juga terdapat pada rokok.
    10. CINNAMALDE HYDE. Mengapa anjing dan kucing tidak merokok? Sebab rokok mengandung Cinnamalde Hyde, bahan yang ada di racun anjing dan kucing.
    11. HIDRASIN. Persamaan antara pesawat bermesin roket dan rokok adalah sama-sama mengandung hidrasin.
    12. TOLUENE. Bensin bermanfaat untuk menjalankan mobil. Manusia tidak minum bensin sebab bensin jelas beracun. Salah satu zatnya bernama toluene, yangj juga terdapat pada rokok.
    13. FORMALIN. Bahan ini biasa digunakan untuk mengawetkan kodok, kupu-kupu, berjenis-jenis sernagga hingga jenazah. Formalin juga terdapat pada rokok.
    14. GERANOL. adalah bahan aktif yang terdapat dalam pestisida. zat mematikan ini juga terdapat pada rokok.
    15. SODIUM HIDROKSIDA.  yang pernah menggunakan penghilang bulu ketiak atau kaki niscaya didera panas dan perih. Dalam obat itu terkandung Sodium Hidroksida, zat ini tertanam pula pada rokok.
    16. CADMIUM : Campuran logam yang terdapat pada tembakau. Jika batereimu lemah, gunakan Cadmium untuk me-recharge-nya.
    17. FORMALDEHYDE : Terdapat pada asap rokok. Gas tak berwarna ini biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat.
    18. Butane : Diproduksi dari korek api.
    19. PPROPYLENE GLYCOL : Digunakan pada rokok agar tetap kering. Dapat menambah kecepatan pengiriman nikotin untuk menghancurkan otak.
    20. TURPENTINE : Digunakan pada rokok menthol. Digunakan juga untuk melukis dan mempernis kayu.
    21. BENZENE : Dihasilkan dari pembakaran rokok. Bisa ditemukan juga pada pestisida dan gasoline
    22. TIMAH & NIKEL : Benar, ini adalah logam.  
    Semua itu hanya yang mampu saya sebutkan masih ada 3978 bahan kimia lainnya yang belum saya sebutkan. Coba Bayangkan jika semua senyawa tersebut masuk kedalam tubuh, walaupun hanya jumlahnya hanya sedikit namun dapat merugikan tubuh jugakan.Kesehatan menjadi terganggu dan sama saja mensia-siakan hidup yang diberikan sang pencipta. Salah satu kerugian merokok adalah dapat menyebabkan kanker, kanker (kantong kering), paru-paru rusak, dan banyak lagi sampai-sampai saya malas sendiri menuliskannya. Berikut adalah gambar perbandingan paru-paru antara orang sehat dengan orang yang merokok yang telah ketergantunggan

    Setelah anda mengenal bahaya rokok, jangan takut untuk memerangi rokok itu sendiri walaupun anda telah menjadi seorang perokok. Memang sih bekas rokok itu akan tetap ada dalam trakea sekeras apapun anda mencoba membersihkannya pasti akan berbekas karena hanya udara yang mengalir memalui trakea namun jangan putus asa untuk menghentikannya berikut adalah tip dan trik untuk perokok itu sendiri menghentikan konsumsi rokoknya
    1. Perbanyaklah beraktivitas olahraga. Joging di pagi hari memang terasa nikmat karena udaranya masih segar. Hal ini dapat membantu mengurangi bekas asap rokok dalam trakea.
    2. Pergunakan waktu luang untuk keluarga dan orang-orang tersayang.
    3. Berhentilah membuang uang hanya untuk rokok. Dengan membeli rokok anda tidak akan pernah kaya karena penyusutan uang utnuk membeli rokok setiap harinya
    4. Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga anda. Minta agar teman anda untuk tidak merokok di dekat anda. Mintalah mereka untuk mengawasi anda.
    5. Anggaplah rokok sebagai racun, momok sehingga anda tidak perlu memakainya lagi
    6. Selalu menganggap orang yang memarahi anda adalah orang yang menyayangi anda. Jangan dibawa stress tapi jalani aja.
    Adapun untuk orang yang tidak merokok. Anda mempunnyai hak untuk menghirup udara segarkan, Hak untuk mendapatkan hidup layak dimana terdapat pada UUD 1945 Indonesia ,yaitu SETIAP ORANG BERHAK UNTUK MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN KEHIDUPANNYA. Jadi jangan takut untuk menegur bahkan anda bisa menuntut orang yang merokok disekitar anda. Anda juga dapat menghindari perokok-perokok tersebut dengan pergi ke tempat-tempat umum yang tidak diperbolehkan merokok seperti tempat usaha(restoran, kantor, bengkel, dll), Sekolah, Kendaraan umum, Tempat IBADAH, sarana pelayanan kesehatan, tempat penitipan anak dan tempat perbelanjaan. Jika anda melihat seorang perokok yang ada di sana anda dapat langsung menegur bahkan mengusirnya dari tempat itu karena anda berhak. Jika sang pemilik tempat tersebut tidak senang anda dapat menuntut pemilik itu dan mereka akan mendapatkan teguran sampai mereka dikenakan denda dan hukuman tindak pidana.

    JADI STOP MEROKOK KARENA ROKOK MERUGIKAN KITA SENDIRI